Sabtu, 04 Juni 2011

ANALISIS KESESUAIAN BAHAN AJAR PADA PEMBELAJARAN BIDANG STUDI KIMIA KELAS X SMK TEKNIK PERSIAPAN BINJAI

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian bahan ajar dan permasalahan-permasalahan yang terdapat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknik Persiapan Binjai, yang mana di dalam perkembangannya kesesuaian bahan ajar ini sangat mempengaruhi kualitas dari hasil belajar siswa.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Siswa-Siswi SMK Teknik Persiapan Binjai Kelas X, alat/ media pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Angket, yaitu untuk memperoleh data primer dan data skunder. Data primer diperoleh dari angket yang disebarkan kepada siswa secara langsung, sedangkan data skunder diperoleh melalui Kepala Sekolah SMK Teknik Persiapan dan guru-guru bidang studi Kimia yang terdapat disekolah tersebut.
Data dalam penelitian ini diolah secara deskriptif, yaitu untuk melihat persentase jawaban responden mengenai kesesuaian bahan ajar dan minat siswa dalam mengikuti proses belajar Kimia di SMK Teknik Persiapan Binjai, serta permasalahan-permasalahan yang terdapat di SMK Teknik Persiapan Binjai.

Pendahuluan
Sekolah (Sarana Pendidikan) Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu sumber penghasil tenaga kerja yang prosfektif dan terampil untuk kategori tingkatan menengah, dimana unsur Penyelenggara pendidikan pada tingkatan ini senantiasa dituntut untuk mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraannya didalam upaya memaksimalkan Kualitas Pendidikan yang berada dibawah pengelolaan dan tanggung jawabnya secara langsung ataupun tidak langsung, untuk kemudian membekali para lulusan dengan kualifikasi keahlian yang berstandart dan diakui secara luas, serta memiliki wawasan yang baik, bersikap dan berprilaku pula sesuai dengan tuntutan dan tantangan kebutuhan pasar kerja (dunia kerja).
Sejalan dengan hal tersebut diatas, maka dilakukanlah berbagai perbaikan-perbaikan dan perubahan serta penyempurnaan dihampir semua lini dalam Sistem Penyelenggaraan Pendidikan Kejuruan ini, termasuk juga perubahan-perubahan yang dinilai sangat mendasar, yaitu termasuk beberapa diantaranya adalah, penyempurnaan didalam kesesuaian bahan ajar yang diformulasikan dengan konsep pengembangan diri dan permintaan serta tantangan pasar kerja, penyediaan dan penyempurnaan sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung lainnya, dan juga hal-hal lain yang ada kaitannya dengan maksud diatas. Salah satu diantara hal yang paling mendasar menurut penulis adalah penyediaan bahan ajar pada Bidang Studi Kimia, yang saat ini lebih diarahkan kepada pelatihan/ praktikum yang berbasis kemampuan dan keaktifan serta kopetensi peserta didik, dimana terlebih dahulu telah disesuaikan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), serta berpedoman pada Petunjuk dari Badan Standart Nasional Pendidikan (BSNP) Indonesia.
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) adalah Kurikulum Operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. KTSP tersebut pada pokoknya terdiri dari ; Tujuan bagi tiap-tiap tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan lain-lain.
Sedangkan Silabus adalah, merupakan penjabaran standart kompetensi, serta dasar dalam materi pokok/ pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian suatu hasil dari proses pembelajaran.
Dasar hukum (peraturan Perundang-undangan) pengembangan dan Penyempurnaan Kurikulum SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) adalah Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang tertuang di dalam Pasal 18 Ayat (2), yang berbunyi ; “Pendidikan Menengah Terdiri Atas Pendidikan Menengah Umum dan Kejuruan”. Panduan pengembangan kurikulum SMK disusun antara lain; adalah untuk dapat memberi kesempatan seluas-luasnya kepada para peserta didik agar dapat terus meningkatkan dan mengembangkan kualitas serta kopetensi diri, termasuk juga didalamnya adalah beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai ajaran agamanya masing-masing, memahami dan menghayati makna Ketuhanan serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnnuya, mampu berbuat sesuatu yang positif untuk dapat melaksanakan hal-hal tertentu secara bertanggung jawab, yang bertujuan menemukan jati diri. Melalui proses belajar yang aktif, kreatif serta efektif diharapkan semua tujuan diatas dapat tercapai.
Pengembangan kesesuaian bahan ajar Kimia terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah mengacu pada Standart Nasional Pendidikan, yang terdiri atas ; Standar isi, Proses, Kompetensi lulusan, Tenaga Kependidikan, Sarana dan Prasarana serta Pengelolaan pembiayaan dan Penilaian Hasil Pendidikan.
Pada dasarnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan Sarana yang harus mampu menyediakan tenaga kerja yang senantiasa siap pakai, terampil, disiplin, dan berkopentensi tinggi, dengan dilengkapi dengan sifat dan keutamaan-keutamaan lainnya. Oleh sebab itu hal yang tidak kalah pentingnya untuk tercapainya maksud diatas adalah, Bahan Ajar Kimia yang diformulasikan untuk menjawab dinamika tekanan, tuntutan dan tantangan SMK, mau tidak-mau harus disesuaikan dengan Kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dan berpedoman pada BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan), yang dinilai paling sesuai dengan tuntutan dan tantangan SMK saat ini, Dimana dua sistem ini lebih mekankan kearah produktifitas (Praktek) yang pada intinya lebih memperbanyak belajar di ruang laboratorium, dan/ atau Bengkel, agar para siswa dapat lebih terampil dan senantiasa siap dalam mempergunakan alat-alat yang ada, serta lebih kritis, kreatif dan inovatif dalam berfikir dan bertindak. Sehingga dapat menghasilkan tamatan/ lulusan SMK yang berkualitas, teruji, dan siap pakai selalu.
Namun dalam kenyataannya dilapangan, Kita lihat pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Persiapan Binjai, Tempat Penulis Mengadakan Penelitian, Penulis menemukan masih banyak ditemui kendala-kendala maupun kekurangan-kekurangan baik dalam penyusunan Silabus, RPP (Rencana Program Pembelajaran) serta kelengkapan sarana dan prasarana pembelajaran, dan lain-lain. Oleh karena Ilustrasi diatas, maka penulis tertarik untuk Menganalisis Kesesuaian Bahan Ajar Kimia Terhadap Silabus Dan Kurikulum Yang Disesuaikan Dengan Standart BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan), Serta Permasalahan-Permasalahan Pembelajaran Yang Ada Di Lingkungan Sekolah SMK Teknik Persiapan Binjai.
Metode
Penelitian ini dilaksanakan di SMK Teknik Persiapan Binjai yang terletak di jalan Soekarno-Hatta Kota Binjai, pada Akhir februari tahun 2010. Dimana Penelitian ini adalah bersifat penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah Siswa/i SMK Teknik Persiapan Kelas X, yang jumlahnya sekitar ± 150 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data skunder. Data primer diperoleh melalui angket kepada siswa, sedangkan data skunder berupa Kurikulum, Silabus, RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) serta bahan ajar, yang dikumpulkan melalui guru-guru Bidang Studi Kimia dan Kepala Sekolah SMK Teknik Persiapan Binjai. Data-data penelitian ini selanjutnya diolah secara sistematis deskriptif, untuk melihat jawaban responden, yaitu melihat kesesuaian bahan ajar serta permasalahan-permasalahan pembelajaran yang ada dalam lingkup Sekolah SMK Teknik Persiapan Binjai tersebut.
Analisis Bahan Ajar
Mata pelajaran merupakan materi bahan ajar berdasarkan landasan keilmuan yang akan diajarkan kepada peserta didik (Siswa/i) sebagai beban belajar melalui metode dan pendekatan tertentu. Beban belajar pada mata pelajaran ditentukan oleh keluasan dan kedalaman pada masing-masing tingkat satuan pendidikan. Metode dan pendekatan pada mata pelajaran bergantung pada cirri-ciri khas dan karakteristik masing-masing mata pelajaran yang bergantung dengan penyesuaian pada kondisi yang tersedia disekolah. Sejumlah mata pelajaran tersebut terdiri dari mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan pada SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).
Untuk mencapai standart kopetensi yang telah ditetapkan oleh dunia Industri/ dunia kerja/ asosiasi profesi, maka substansi mata pelajaran di SMK teknik Persiapan Binjai dikemas dalam berbagai materi pelajaran yang dikelompokkan dan diorganisasikan menjadi Program Normatif, Adaftif dan Produktif.
Program normatif adalah kelompok mata pelajaran yang berfungsi membentuk peserta didik sebagai individu yang menjadi pribadi utuh, dan memiliki norma-norma kehidupan sebagai mahluk individu maupun mahluk sosial (anggota masyarakat) baik sebagai Warga Negara Indonesia maupun Warga Dunia yang bersifat Global dan berwawasan universal. Program normatif diberikan agar Peserta didik diharapkan dapat hidup dan berkembang selaras dalam kehidupan pribadi, sosial dan bernegara. Proram ini berisi mata pelajaran yang lebih menitik beratkan pada norma, sikap dan prilaku yang harus diajarkan, ditanamkan dan dilatihkan pada peserta didik. Mata pelajaran pada kelompok normatif berlaku sama untuk semua program keahlian.
Program adaftif adalah kelompok pelajaran yang berfungsi untuk membentuk peserta didik sebagai individu agar memiliki dasar pengetahuan yang luas dan kuat untuk menyesuaikan diri atau adaptasi dengan perubahan yang terjadi dilingkungan sosial, lingkungan kerja, serta mampu mengembangkan diri sesuai perkembangan ilmu pengetahuann, teknologi, dan seni serta budaya. Program adaptif berisi mata pelajaran yang lebih menitik beratkan kepada pemberian kesempatan kepada peserta didik untuk memahami dan menguasai konsep dan prinsif dasar ilmu dan teknologi yang dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari yang melandasi kopetensi untuk bekerja. Program ini terdiri atas kelompok mata pelajaran yang berlaku sama bagi semua program keahlian.
Program produktif adalah kelompok mata pelajaran yang berfungsi membekali peserta didik agar memiliki kopetensi kerja sesuai dengan Standart Kopetensi Kerja Nasional (SKKN). Program produktif bersifat untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar kerja, karena itu materi ajarnya lebih diarahkan kepada skill dunia kerja/ usaha/ industri atau asosiasi profesi. Program produktif diajarkan secara spesifik sesuai kebutuhan tiap pogram keahlian.
Di Sekolah SMK teknik Persiapan Binjai, Mata Pelajaran Bidang Studi Kimia adalah merupakan salah satu bahan ajar yang dikelompokkan kedalam golongan program adaptif, dimana dalam hal ini siswa dalam mengikuti proses pembelajaran Kimia dituntut tidak hanya memahami dan menguasi “apa” dan “Bagaimana” suatu pekerjaan dilakukan, tetapi memberikan juga pemahaman dan penguasaan tentang “mengapa” hal tersebut dilakukan, sehingga siswa dalam hal ini menjadi lebih kreatif.
Program adaptif pembelajaran Kimia disekolah SMK Teknik Persiapan Binjai ini, walaupun telah disesuaikan dengan Silabus Badan Standart Nasional Pendidikan (BSNP). Namun belum dapat tercapai sepenuhnya karena Program ini belum disesuaikan dengan daya dukung dan kondisi kelengkapan yang ada disekolah SMK Teknik Persiapan Binjai yang masih memiliki banyak kendala dan kelemahan,yaitu dimana SMK Teknik Persiapan ini belum memiliki laboratorium kimia yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Dari hasil analisis silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang digunakan disekolah SMK Teknik Persiapan Binjai adalah model silabus yang dikeluarkan BSNP (Badan Standart Nasional Pendidikan). Dalam hal ini Sekolah belum mengembangkan model silabus sesuai dengan potensi daerah atau kota yaitu yang sesuai dengan kebutuhannya, sehingga dalam pelaksanaannya masih membutuhkan perbaikan-perbaikan yang disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan sekolah itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar